Browsed by
Category: Motivasi

Ketenangan Menghadapi Masalah

Ketenangan Menghadapi Masalah

Ketika sedang ada banyak masalah, manusia cenderung malah malas beribadah.

Padahal, Allah menciptakan masalah, pasti sudah dengan solusinya. Hanya Dia- lah yang tahu solusi dari semua permasalahan kita.

Padahal, dengan mendekatkan diri kepada Allah, walau pun masalah tetap ada dan belum ada solusi instan, Allah akan memberikan ketenangan di hati, kejernihan berfikir, dan pada akhirnya solusi dari arah yang tidak kita duga- duga sebelumnya.

Daripada meminta diringankan beban yang menumpuk di atas pundak kita, lebih baik meminta agar kita diberi pundak yang kuat.

Karena sesungguhnya setiap detik dan setiap kalori yang kita habiskan untuk bersabar di dalam menghadapi masalah, akan menjadi kebaikan yang sangat besar di sisi Allah.

Masih Berani Mengeluh?

Masih Berani Mengeluh?

Di setiap tingkatan kehidupan: orang miskin, orang agak miskin, orang kaya, orang super kaya sampai konglomerat pun, selalu ada celah untuk mengeluh.

Dari hanya sekedar mengeluh kurangnya penghasilan, sampai mengeluh mobil kurang satu, atau tanah kurang satu hektar.

Jika sedikit saja terbersit tanda bahwa kita akan mengeluhkan sesuatu yang kurang pada diri kita, segeralah berpaling.

Pergilah ke luar rumah.

Amati orang- orang di sekitar anda.

Seorang kuli tua renta yang menyebrang jalan dengan tergopoh- gopoh.

Seorang Ibu- ibu tua yang sedang menjajakan dagangannya di pinggir jalan.

Orang- orang yang berjuang jauh lebih susah payah daripada kita hanya untuk sekedar makan hari ini.

Dan tanya pada diri anda: Masih Berani Mengeluh?

وَمَا هَٰذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَهْوٌ وَلَعِبٌ ۚ وَإِنَّ الدَّارَ الْآخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُ ۚ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahuinya.” (QS. Al Ankabut 64)

Doha, Qatar
Jumát, 13 Februari 2015

Gelisah Galau dan Merana

Gelisah Galau dan Merana

GEGANA

Penyebab utama GeGaNa (Gelisah Galau dan Merana) adalah Kurang Dzikir dan terlalu banyak mikir.

Lupa bahwa semua kejadian di dunia ini sudah ada yang mengatur.

Lupa bahwa dirinya tidak pernah luput dari kekuasaan Allah yang mengurus dirinya 24jam.

Lupa kalau sesuatu sudah ditakdirkan milik kita, pasti akan sampai kepada kita.

Lupa kalau sesuatu bukan ditakdirkan untuk kita, pasti tidak akan pernah sampai kepada kita. Sekeras apa pun kita berusaha.

‪#‎istighfar‬

Tanda Anda Budak Dunia

Tanda Anda Budak Dunia

1. Anda tidak bersiap-siap saat waktu shalat akan tiba.
2. Anda melalui hari ini tanpa sedikitpun membuka lembaran Al Qur’an lantaran Anda terlalu sibuk.
3. Anda sangat perhatian dengan omongan orang lain tentang diri Anda.
4. Anda selalu berpikir setiap waktu bagaimana caranya agar harta Anda semakin bertambah.
5. Anda marah ketika ada orang yang memberikan nasihat bahwa perbuatan yang Anda lakukan adalah haram.
6. Anda terus menerus menunda untuk berbuat baik. “Aku akan mengerjakannya besok, nanti, dan seterusnya.”
7. Anda selalu mengikuti perkembangan gadget terbaru dan selalu berusaha memilikinya.
8. Anda sangat tertarik dengan kehidupan para selebriti.
9. Anda sangat kagum dengan gaya hidup orang-orang kaya.
10. Anda ingin selalu menjadi pusat perhatian orang.
11. Anda selalu bersaing dengan orang lain untuk meraih cita-cita duniawi.
12. Anda selalu merasa haus akan kekuasaan dan kedigdayaan dalam hidup, dan perasaan itu tidak dapat dibendung.
13. Anda merasa tertekan manakala Anda gagal meraih sesuatu.
14. Anda tidak merasa bersalah saat melakukan dosa-dosa kecil
15. Anda tidak mampu untuk segera berhenti berbuat yang haram, dan selalu menunda bertaubat kepada Allah.
16. Anda tidak kuasa berbuat sesuatu yang diridhai Allah hanya karena perbuatan itu bisa mengecewakan orang lain
17. Anda sangat perhatian terhadap harta benda yang sangat ingin Anda miliki.
18. Anda merencanakan kehidupan hingga jauh ke depan.
19. Anda menjadikan aktivitas belajar agama sebagai aktivitas pengisi waktu luang saja, setelah sibuk berkarir.
20. Anda memiliki teman-teman yang kebanyakannya tidak bisa mengingatkan Anda kepada Allah.
21. Anda menilai orang lain berdasarkan status sosialnya di dunia.
22. Anda melalui hari ini tanpa sedikitpun terbersit memikirkan kematian.
23. Anda meluangkan banyak waktu sia-sia melakukan sesuatu yang tidak bermanfaat bagi kehidupan akhirat.
24. Anda merasa sangat malas dan berat untuk mengerjakan suatu ibadah.
25. Anda tidak kuasa mengubah gaya hidup Anda yang suka berfoya-foya, walaupun Anda tahu bahwa Allah tidak menyukai gaya hidup seperti itu.
26. Anda senang berkunjung ke negeri-negeri kafir.
27. Anda diberi nasihat tentang bahaya memakan harta riba, akan tetapi Anda beralasan bahwa beginilah satu-satunya cara agar tetap bertahan di tengah kesulitan ekonomi.
28. Anda ingin menikmati hidup ini sepuasnya.
29. Anda sangat perhatian dengan penampilan fisik Anda.
30. Anda meyakini bahwa hari kiamat masih lama datangnya.
31. Anda melihat orang lain meraih sesuatu dan Anda selalu berpikir agar dapat meraihnya juga.
32. Anda ikut menguburkan orang lain yang meninggal, tapi Anda sama sekali tidak memetik pelajaran dari kematiannya.
33. Anda ingin semua yang Anda harapkan di dunia ini terkabul.
34. Anda mengerjakan shalat dengan tergesa-gesa agar bisa segera melanjutkan pekerjaan.
35. Anda tidak pernah berpikir bahwa hari ini bisa jadi adalah hari terakhir Anda hidup di dunia.
36. Anda merasa mendapatkan ketenangan hidup dari berbagai kemewahan yang Anda miliki, bukan merasa tenang dengan mengingat Allah.
37. Anda berdoa agar bisa masuk surga namun tidak sepenuh hati seperti halnya saat Anda meminta kenikmatan dunia.
by : Dr. Raehan Bahraen
Hidup Ini Memang Tidak Terduga

Hidup Ini Memang Tidak Terduga

Di dalam hidup ini akan banyak hal yang tidak kita duga, yang tidak kita sangka. Dan bahkan tidak sesuai dengan harapan kita.

Tetapi, bagi orang- orang yang senantiasa berbaik sangka kepada Allah, apa pun yang Allah tetapkan, pasti baik.

Walau pun, Sangat berbeda dengan yang kita inginkan, walau pun berlawanan dengan yang kita cita- citakan.

Tidak ada perbuatan Allah yang buruk.

Yang buruk itu adalah kalau kita berburuk sangka kepada Allah .

Yang buruk itu adalah kalau kita tidak ridho dengan ketentuan Allah.

Yang buruk itu adalah kita tidak mensyukuri yang lebih banyak disbanding yang tidak cocoknya.

Yang buruk itu adalah yang tidak bersabar.

Yang buruk itu adalah yang  tidak bertobat.

Yang buruk itu adalah yang  tidak menyempurnakan ikhtiar.

(Aa Gym)

Jangan Heboh Dengan Uang

Jangan Heboh Dengan Uang

Walau pun habis, nanti juga ada lagi.

Walau pun kurang, nanti juga ada lagi.

Walau pun tidak punya, nanti juga punya lagi.

Maksimalkan uang untuk ibadah.

Kurangi menabung, banyakin sedekah.

Kurangi ngumpulin aset duniawi, banyakin ngumpulin bekel di akherat dengan wakaf.

Sebelum kita menyesal.

Kemudahan Adalah Ujian Yang Lebih Berat

Kemudahan Adalah Ujian Yang Lebih Berat

Sering orang bisa bersabar, dan tabah, serta menjadi makin baik jika ditimpa kesulitan.

Tapi sesungguhnya kemudahan adalah ujian yg lebih berat, karena kita tidak sadar bahwa itu ujian, dan bisa menjerumuskan.

Waspadalah jika anda diberi kemudahan dalam hidup walau ibadah biasa- biasa saja, bahkan cenderung malas.

Karena bisa jadi itu adalah istidraj, kemudahan yang membinasakan.

Na’udzubillaahimindzaalik.

Bersyukurlah di Setiap Keadaan

Bersyukurlah di Setiap Keadaan

إِلَى كُلِّ شَخْصٍ حَزِيْنٍ حَالِـيًا
Ilaa kulli syakhshin haziinin haaliyan.
Kepada setiap orang yg sedang sedih saat ini.
اِذْهَبْ إِلَي الْمُسْتَشْفَى لِتَعْرِفَ نِعْمَةَ الْعَافِيَة
IdzHab ilal-mustasyfaa li-ta’rifa ni’matal-‘aafiyah!
Pergilah ke Rumah Sakit, agar Anda tau nikmatnya sehat!
اِذْهَبْ إِلَي السِّجْنِ لِتَعْرِفَ نِعْمَةَ الْحُرِّيَّة
IdzHab ilas-sijni li-ta’rifa ni’matal-hurriyyah!
Pergilah ke Penjara, agar Anda tau nikmatnya kebebasan!
اِذْهَبْ إِلَي الْقُبُوْرِ لِتَعْرِفَ نِعْمَةَ الْحَيَاة
IdzHab ilal-qubuur li-ta’rifa ni’matal-hayaat!
Pergilah ke pemakaman, agar Anda tahu nikmatnya hidup!
فَمَا هُوَ حُزْنُكَ بِالنِّسْبَة لَهُمْ؟
Fa-maa Huwa huznu-ka bin-nisbah laHum?
Lalu bagaimana kesedihan Anda jika dibandingkan dengan mereka?
اَلْحَمْدُ لِلَّه عَلَى كُلِّ حَال
AlhamduLILLAAH ‘alaa kulli haal.
Segala Puji Bagi ALLAH dalam setiap keadaan.
Dari https://www.facebook.com/groups/belajarbersamaberbahasaarab/?multi_permalinks=479864565547380&notif_t=group_highlights