About Me

About Me

Tentang Penulis

Pengelola blog ini adalah Diday Tea.dty9887-afdl.jpg

Diday Tea adalah nama pena dari Dedy Sugiharto, seorang buruh migran yang bekerja di sebuah negara kecil nan kaya raya di Timur Tengah, Qatar.

Sejak memasuki SMK jurusan Analisis Kimia, penulis terbentuk oleh dunia angka dan teknis yang serba pasti dan serba terukur dengan rumus, dunia eksak. Penulis hijrah ke Cilegon hanya sehari setelah kelulusannya. Setelah bekerja pun penulis lebih senang membaca buku- buku Manajemen ketimbang novel atau buku- buku sastra.

Secara otodidak, dia mempelajari sebuah kemampuan yang unik, yaitu membaca cepat. Sehingga sekarang dia memiliki kecepatan membaca jauh di atas rata- rata. Jika “orang biasa” kecepatan membacanya hanya 300-400 kata per menit, penulis melaju kencang dengan 1300 kata per menit!

Tidak mengherankan jika akhirnya ketika pada tahun 2004 penulis menjadi peserta Kelas Menulis Angkatan V, yang dibimbing langsung oleh Gol A Gong, penulis menjadi aneh sendiri ketika mencantumkan nama pengarang favoritnya adalah Tony Buzan.

Obsesinya pun tergolong “aneh”, penulis ingin memiliki kemampuan bercerita seperti J.K Rowling, semangat seperti Gol A Gong, kedalaman ilmu seperti Dr.Qurasih Shihab, dan kemampuan menggugah dan “membakar” motivasi seseorang seperti Aa Gym.

Ketika bekerja di Cilegon dia pernah kuliah di jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten, tapi tidak selesai, karena dia harus memilih untuk menerima tawaran pekerjaan yang sangat menggiurkan dari Timur Tengah.

Akhirnya dia bisa menyelesaikan kuliahnya yang di jurusan Manajemen di Universitas Terbuka UPBJJ Riyadh.

“Apa Yang Paling Berkesan?” adalah buku keduanya setelah “Oase Kehidupan Dari Padang Pasir”.

Titik balik di dalam kehidupan penulis, adalah setelah dia mengikuti sebuah pelatihan kepemimpinan di Mesjid Daarut Tauhiid Bandung, pimpinan KH. Abdullah Gymnastiar.

Mengikuti pelatihan Santri Siap Guna hanya dua bulan, tapi sangat berkesan di dalam hidupnya. Di dalam waktu yang sangat singkat itu, penulis mendapatkan bekal yang sangat besar untuk menjalani episode- episode kehidupannya, sejak dia masih bersekolah di Bandung, bekerja di Cilegon, hingga sampai sekarang dia berdomisili di Doha, Qatar, bekerja sebagai TKI professional di sebuah perusahaan petrokimia yang terkemuka.

 

Penulis juga memiliki hobi di dunia fotografi, yang sudah berbuah dua penghargaan dari salah satu kompetisi foto paling bergengsi: Al Thani Award for Photography.

Selain dua non fiksi yang diterbikan oleh Quanta Elexmedia, “Oase Kehidupan Dari Padang Pasir” dan “Apa Yang Paling Berkesan Hari Ini?”,  salah satu cerpennya juga pernah diterbitkan di dalam buku kumpulan cerpen Gilalova 5.

Kritik dan saran sangat penulis tunggu di  www.oasekehidupan.com dan halaman Facebook Diday Tea.